DAMRI Dukung Joglosemar

Perum DAMRI menanda-tangani MoU untuk mengangkat sektor pariwisata di Yogya, Solo, dan Semarang (Joglosemar). MoU ini bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan luar negeri ke ketiga kota ini, acara yang juga dihadiri Menteri BUMN, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DIY, PLT Direktur Utama Perum DAMRI Sarmadi Usman dan beberapa Direksi BUMN.

“Spirit Joglosemar ini dilakukan untuk mengembangkan sektor kepariwisataan di wilayah Jogja, Solo dan Semarang dimana beberapa BUMN di wilayah Jateng dan DIY bersinergi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di ketiga kota ini sesuai dengan core business masing-masing BUMN,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno singkat, Rabu (27/4).

Diharapkan BUMN bersinergi untuk mengangkat performa pariwisata. Sebagai pilot project dari sinergi BUMN tersebut adalah Joglosemar. Terlebih, banyak BUMN yang juga memiliki destinasi pariwisata di ketiga kota ini.

Sesuai dengan amanah undang-undang, saat ini BUMN tidak sekedar menjalankan lini bisnis mereka. BUMN diberi amanah menjadi lokomotif ekonomi di Indonesia terutama di sekitar lokasi mereka beroperasi. Kalangan BUMN mencoba menindaklanjuti dengan melakukan sinergi untuk mengangkat industri pariwisata.

Setiap BUMN nantinya akan menjadi bagian dari program ini, baik pengelola destinasi wisata ataupun pengelola dan pendukung aksesbilitas/konektivitas. BUMN yang memiliki destinasi wisata diantaranya PT TWC, PT PTP IX, PT Perhutani dan PT KAI. Sementara BUMN yang memiliki lini bisnis konektivitas di antaranya DAMRI, Garuda Indonesia, Citilink, PT KAI, PT Pelni, PT Pelindo dan PT Angkasa Pura I.

DAMRI akan memaksimalkan perannya dalam mengelola dan mendatangkan wisatawan mancanegara, membuat jalur yang mampu menghubungkan destinasi-destinasi milik BUMN dengan mengoptimalkan potensi yang ada dan memberi fasilitas khusus bagi wisatawan mancanegara yang datang ke wilayah ini.

Dengan kerja sama ini, lanjutnya, bisa mencapai target wisatawan mancanegara yang ditetapkan pemerintah, yaitu sebanyak 2 juta pengunjung di tahun 2019 mendatang dari estimasi sekarang baru sekitar 750 ribu wisatawan mancanegara.

Untuk itu BUMN juga harus tetap memberikan pemberdayaan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah menjadi dampingan mereka masing-masing.